DERITA SI USUS

>> Senin, 25 Mei 2009

Kau lihat gambar yang di sebelah. Itulah penderitaanku yang telah kau tanam sejak dulu. Jika kerak itu di sedot dariku mungkin beratnya sampai 6 kg. Andai saja aku bisa berteriak………….sudah lama aku berteriak. Cukup !!!!!!! jangan kau masukkan lagi makanan dan minuman sampah itu ke dalam tubuhmu. Sudah berapa lama, sudah berapa banyak, kau masukkan junk food, arak yang memabukkan, kafein, makanan kolesterol tinggi………..serta makanan dan minuman tak sehat lainnya. Kau seperti tak puas-puasnya membuat aku menderita. Cukup………..aku sudah terlalu lama menderita.

Tahukan engkau jika aku direntangkan , panjangku lebih dari 6 kali tinggi badanmu. Tapi kau tidak juga pahami deritaku. Belum lama ini suami sepupumu meninggal karena kanker usus. 2 tahun lebih dia berjuang untuk sembuh dari penyakitnya. Kemotherapi yang menyakitkan itu pun telah dia jalani. tapi kanker itu kembali tumbuh dan bersarang lagi di ususnya………..seorang istri cantik dan masih muda serta 2 anak-anak yang masih kecil harus dia tinggalkan……Tidakkah kau sadar juga……….
Belum lama ini mama dari temanmu di vonis kanker usus ………6 kali kemotherapi harus dijalaninya. Entah berapa banyak biaya yang harus dia keluarkan……….
Astaghfirullah al’azim………………..berikan kekuatan kepadanya Ya Allah

Hiks…hiks…..aku ingat bahwa kau di suruh mengunyah makanan 32 kali, jangankan 32 kali 10 kali saja jarang kau lakukan. Kau paksa aku untuk melumatkan makanan itu…..
Terkadang kau malas makan makanan yang berserat, kau malas minum air, kau malas berolah raga, kau pun tidak bantu aku dengan mengkonsumsi obat-obat herbal. Maaf……… aku tidak bisa keluarkan sampah sisa makananmu tiap hari. Maaf……….. karena aku tidak sanggup lagi. Dan maaf……….. terpaksa aroma tidak sedap ini aku bagi bersama organ-organ tubuhmu yang lain. Dan sekali lagi maaf jika sampah ini menumpuk pada dinding-dindingku. Dan beribu maaf ……………bahan karsinogen(penyebab kanker) yang disumbangkan oleh makanan yang kau makan semakin bersemayam dalam dindingku………………….

Lupakah kau akan hadist Rasullullah SAW yang berisi lebih kurang seperti ini :
“Bahwa sumber dari penyakit berasal dari perut………..”
Dan kau pasti tak lupa kalau aku salah satu penghuni perut itu.

Please start from now. Give your extra attention for me. Care about me. Aku bagian dari tubuhmu…….Pls sayangi aku………….

Curhat si Usus

Moga bermanfaat

18 komentar:

chikal 25 Mei 2009 15.45  

pertamaxxx eeuuyyyy...
maaf bunda klo saya lebih cendrung sumber penyakit itu berasal dari hati
coz apa yang kt lakukan itu kan asalnya dari hati. maaf klo nyeloncong kasih pendapat nih. twew

fifi 25 Mei 2009 17.02  

yoi .thx ya atas sharingnya..............

Xitalho 25 Mei 2009 17.50  

Ini semacam indera ke-7 kah? Di blog sebelah (sepur) bisa denger suara angin & daun ..sampe di sini malah bisa denger suara usus.. hebat!!

BTW ... Good story... Inspiring another biar nggak makan minum sembarangan.

mama hilda 25 Mei 2009 19.31  

bgt ya bunda..memang sumber penyakit itu berasal dari pola makan yang kita konsumsi sehari-hari..
makasih share nya bunda

fifi 26 Mei 2009 11.02  

mas silathol indra ke enam kali... he he....

fifi 26 Mei 2009 11.03  

mama hilda thx for your comment

3matra 26 Mei 2009 16.22  

maka setahun sekali kita diwajibkan untuk berpuasa, selain untuk ibadah juga untuk memberikan kesempatan buat si usus beristirahat sejenak merenovasi diri.

chikal 26 Mei 2009 16.39  

bunda pa kabar niihh?

annin 26 Mei 2009 17.54  

wah...usus bs curhat juga ya bun...hehe ,,berarti intinya kita hrs berhati-hati mengkonsumsi makanan dan minuman

sepur 26 Mei 2009 22.49  

ini pasti dari hasil latihan yoga.
jadi denger suara usus. kalo aku dari hasil semedi di bawah pohon, dengernya ya...suara daun dan angin.
hix...

suwung 27 Mei 2009 19.48  

weh diriku punya usus ngak ya jangan jangan soewoeng kayak otaku ususku?

Ani 30 Mei 2009 12.52  

Bener tuh, kalau dipikir2 kerja usus berat juga. Ini ada hubungannya dengan postingan baruku nih djeng...

ayah wiwik 31 Mei 2009 21.29  

Sharing yang bagus bunda... semoga bermanfaat bagi semua

fia al Kurosawa 2 Juni 2009 11.31  

renungan bagus bunda Jihan, sebaiknya kita memang adil dan memberikan hak terbaik buat semua nggota tubuh kita tanpa pandang bulu..kita seringnya hanya memberikan perhatian pada bagian tubuh yg kita pandang menarik dan memiliki nilai lebih utk ditampilkan di muka umum, sementara bagian tubuh kita terpenting jadi terabaikan, salut buat sharing ilmunya...

hendra 3 Juni 2009 11.06  

emang harus tu bunda!pa lagi seperti saya yang punya penyakit mag, harus pandai-pandai merawat perut!!
soalnya sakit banget kalo lagi kumat

fifi 3 Juni 2009 11.21  

selamat menjaga usus..............

Lian 3 Juni 2009 11.58  

Bun aQ senang makan2an yang berlemak lho tapi klo minuman keras gak sih,,gak apa donk bun. Mulai sekarang aku kurangin deh....

Maya 3 Juni 2009 12.58  

saya lagi kepikiran anak-anak tuh yang suka makan jajan-jajanan ... susah banget melarangnya ... apalagi kalo jajan di sekolah kan gak bisa dikontrol, cuman bisa nasehatin doang dari rumah ...

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP